![]() |
| Salah satu surga di Aceh |
Sarana pariwisata
Indonesia tentunya memiliki puluhan bahkan ratusan objek yang sangat terkenal, salah satunya bali dan
raja ampat, yang menjadi dinasti kiblat wisata Indonesia. Namun siapa sangka
dibalik nama daratan Aceh, khususunya pada bagian selatan Aceh terdapat suatu
gugusan kepulauan yang sangat indah bahkan kerap dinamai sebagai surga yang
tersembunyui di daratan wilayah Aceh. ya, namanya pulau banyak. Sesuai dengan
namanya, pulau memiliki puluhan pulau-pulau yang menjadi dinasti alam yang luar
biasa, beberapa pulau yang sangat terkenal yakni pulau balai, pulau tailana,
pulau palambak, pulau bankaru, pulau asok dan pulau-pulau lainnya. Keberadaan
kepualauan ini sejatinya sudah sangat
lama, akan tetapi baru terekspos penuh bagi wisatawan domestik dalam 2 tahun
belakangan ini dan wisatawan asing 4 tahun belakang.
Paket wisata yang
memanjakan mata para pengunjung ini merupakan suatu tempat yang masih sangat
tertingal bila di bandingkan dengan wilayah yang juga memiliki kekayaan nilai
pariwisata lainnya di Indonesia, bahkan untuk listrik para wisatawan di
berbagai pulau wisata masih sangat minim yang hanya mempergunakan pembangkit diesel
kapasitas kecil ditambah lagi dengan sarana transportasi yang kurang memadai
akan keselamatan wisatawan. Namun begitu, keadaan inilah yang menjadi daya
tarik tersendiri para wisatawan untuk menikmati keadaan yang serba tradisional.
Dalam gugusan pulau
tersebut ada sebuah pulau yang menjadi kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki oleh tempat lain, yakni
pulau bankaru. Pulau ini pertama kali di temukan oleh warga asing Marcus
Keeshan pada tahun 2001 dengan ombaknya yang mencapai 6 meter dan tempat habitatnya
penyu-penyu langka. Disamping kelebihan pulau bankaru tersebut, pulau banyak
masih memiliki puluhan pulau yang memungkinkan untuk dijadikan dinasti
pariwisata yang menawarkan wisata bawah laut dan pemandangan yang patut
diperhitungkan bila dibandingkan dengan kawasan wisata lain yang ada di
indonesia.
Sepintas terpikir untuk
bisa mengembangkan kawasan ini, namun siapa sangka bahwa perencanaan perkembangan
kawasan wisata ini terus menjadi suatu problematika di kawasan tersebut yang
sulit untuk dikembangkan seperti yang diutarakan oleh bapak zainal abidin,
salah seorang kordinator pendidikan dikawasan tersebut, "banyak proyek
yang ingin dikembangkan dan diterapkan namun banyak faktor lain yang membuat
warga tidak mau menerima pengembangan tersebut". Semoga kedepannya ada
solusi yang bisa ditawarkan oleh
pemerintah demi memajukan daerah yang sangat potensial tersebut. [MAS]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar